Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla Sumsel, Korem 044/Gapo Uji Coba Teknologi Realiza Anti Chamas (Sudut Pandang Dampak Daerah)
Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla Sumsel, Korem 044/Gapo Uji Coba Teknologi Realiza Anti Chamas (Sudut Pandang Dampak Daerah)
PALEMBANG, beranda-berita.com— Komandan Korem (Danrem) 044/Garuda Dempo Brigjen TNI Khabib Mahfud, S.I.P., M.M., secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mengaplikasikan teknologi Realiza Anti Chamas asal Brasil, bertempat di Makorem 044/Gapo, Kamis (22/10/2026).
Pelatihan inovatif ini digelar guna menggembleng dan meningkatkan kapasitas operasional para personel di lapangan, khususnya dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi modern demi menanggulangi ancaman Karhutla di wilayah Sumatera Selatan secara cepat, tepat, dan terukur.
Dalam amanatnya, Danrem 044/Gapo menegaskan bahwa bencana Karhutla merupakan tantangan krusial yang membutuhkan penanganan terpadu, responsif, dan berkelanjutan. Dampak destruktif Karhutla tidak hanya merusak ekosistem dan lingkungan hidup, tetapi juga melumpuhkan aktivitas perekonomian, mengganggu kehidupan sosial, hingga membahayakan kesehatan masyarakat luas.
”Penanggulangan Karhutla tidak bisa dilakukan secara konvensional semata. Harus didukung oleh kesiapan prajurit yang terlatih, peralatan yang memadai, serta pemanfaatan teknologi yang efektif dan inovatif sesuai dengan karakteristik kondisi medan di lapangan,” tegas Brigjen TNI Khabib Mahfud.
Apresiasi Dukungan Presiden RI

Pada kesempatan tersebut, Danrem 044/Gapo turut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Presiden Republik Indonesia atas dukungan serta alokasi teknologi pemadam Realiza Anti Chamas bagi penanganan Karhutla di Indonesia.
Ia menekankan bahwa bantuan teknologi mutakhir ini merupakan amanah besar yang harus dioptimalkan secara bertanggung jawab guna memperkuat kesiapsiagaan dan daya tempur tim pemadam di lapangan.
Melalui Bimtek ini, seluruh peserta dituntut untuk memahami secara mendalam karakteristik material, mekanisme kerja, Prosedur Operasional Standar (SOP), hingga faktor keselamatan kerja (zero accident) saat mengoperasikan teknologi asal negeri Samba tersebut.
Utamakan Keselamatan dan Sinergi Antarlembaga
Lebih lanjut, Danrem menginstruksikan agar setiap tahapan pelatihan diikuti dengan penuh kedisiplinan, keterbukaan diskusi, serta praktik lapangan yang optimal. Pemanfaatan alat baru harus tetap mengedepankan prosedur teknis yang valid dan pengoperasian khusus oleh personel terlatih.
”Penggunaan teknologi baru harus berjalan seiring dengan ketepatan prosedur, pengutamaan keselamatan personel, serta koordinasi yang solid antarinstansi dan lembaga terkait,” tambahnya.
Mengakhiri arahannya, Danrem mengingatkan bahwa kunci utama penanganan Karhutla tetap terletak pada upaya pencegahan dini. Peningkatan kemampuan pemadaman harus diimbangi dengan intensifikasi patroli darat dan udara, deteksi dini melalui pemantauan titik panas (hotspot), edukasi persuasif kepada masyarakat, serta respons cepat (quick response) terhadap setiap indikasi kemunculan titik api. (Penrem 044/Gapo)
( Herman A )
