Pemuda ICMI Sumsel Bareng DEN RI Tegaskan Pentingnya Penguatan Ketahanan Energi Nasional
Pemuda ICMI Sumsel Bareng DEN RI Tegaskan Pentingnya Penguatan Ketahanan Energi Nasional
PALEMBANG-beranda-berita.com — Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) Sumatera Selatan menggelar Seminar Diskusi Kebangsaan Pra-Pelantikan di Aula Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Kamis (30/7/2026). Mengangkat tema “Ancaman Ketahanan Energi Nasional Akibat Dinamika Geopolitik Global dan Dampaknya terhadap Stabilitas Pemerintahan Daerah,” forum ini menjadi wadah strategis dalam merumuskan pemikiran Pemuda ICMI terhadap masa depan energi nasional.
Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) RI dari unsur akademisi, Prof. Dr. Ir. Johni Jonatan Numberi, M.Eng., IPM., ASEAN Eng., menegaskan bahwa Sumatera Selatan memegang peranan krusial sebagai lumbung energi nasional, terutama melalui potensi batu bara dan pembangkit listrik.

Namun, Prof. Johni menyoroti bahwa ketergantungan pada sumber daya konvensional harus diimbangi dengan inovasi teknologi. Generasi muda diharapkan berada di garda terdepan dalam menguasai teknologi energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
“Sumatera Selatan adalah pilar energi nasional. Ke depan, anak-anak muda harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar pemanfaatan energi, termasuk operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), dapat berjalan lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” ujar Prof. Johni di hadapan seratusan peserta dari kalangan mahasiswa, pelajar, dan komunitas pemuda.
Ketua MPW Pemuda ICMI Sumsel, M. Nur Azis, S.T., menyampaikan bahwa seminar ini sengaja dirancang untuk memberikan ruang edukasi langsung dari para pakar. Langkah ini dinilai penting agar pemuda tidak sekadar menjadi penonton di tengah dinamika gejolak geopolitik global yang berdampak langsung pada pasokan energi nasional.
“Kami ingin membuka akses informasi dan membangun kesadaran kritis generasi muda. Pemuda ICMI berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan energi agar dampaknya terasa positif bagi stabilitas daerah dan kesejahteraan masyarakat,” kata Nur Azis.
Pandangan senada disampaikan Ketua Bidang Politik, Demokrasi, dan Kebijakan Publik MPW Pemuda ICMI Sumsel, Agung Pratama Putra, S.Sos. Menurutnya, persoalan energi tidak hanya seputar pasokan dan permintaan, tetapi juga berkaitan erat dengan pertahanan, pertambangan, dan stabilitas politik.
“Diskusi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha, hingga unsur intelijen adalah langkah krusial untuk mengantisipasi potensi ancaman, hambatan, dan gangguan (ATHG) terhadap ketahanan energi, khususnya di wilayah Sumsel sebagai pilar utama,” terang Agung.

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Wali Kota Palembang Bidang Pemerintahan, Sosial, dan Kemasyarakatan, Muhammad Sadruddin Hadjar, S.Sos., M.Si. (mewakili Wali Kota Palembang) ini juga menghadirkan sederet narasumber berkompeten lainnya. Di antaranya Ira Rihatini, S.T. (Dinas ESDM Prov. Sumsel), Erick Eriyanto Dachlan (BINDA Sumsel), serta M. Rezky Nugraha (Direktur Utama PT Keban Berkah Energi).
Melalui agenda ini, MPW Pemuda ICMI Sumsel di bawah kepemimpinan M. Nur Azis bersama Ketua Panitia Pelaksana Hendra, S.Sos., membuktikan komitmen nyata cendekiawan muda dalam menggalang sinergi antara akademisi, pemerintah, dan pelaku industri demi mewujudkan kemandirian energi nasional.
( Novi )
