Stop Tawuran Pelajar, LSM JWI Sumsel: Benteng Utama Ada di Tangan Ibu dan Pengawasan Siber

0
IMG-20260817-WA0005

Stop Tawuran Pelajar, LSM JWI Sumsel: Benteng Utama Ada di Tangan Ibu dan Pengawasan Siber

​PALEMBANG – beranda-berita.com — Maraknya aksi tawuran antarpelajar yang kian ganas dan viral di media sosial wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) memicu keresahan mendalam di tengah masyarakat. Fenomena kelompok remaja yang melengkapi diri dengan senjata tajam demi eksistensi konten digital dinilai telah bergeser dari kenakalan remaja biasa menjadi aksi kriminalitas fatal.
​Menanggapi krisis moral dan keselamatan anak ini, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaringan Wanita Indonesia (JWI) Sumatera Selatan menyuarakan desakan keras sekaligus solusi konkret.
​Ketua LSM JWI Sumsel, Novianti, S.H., menegaskan bahwa pola pengawasan orang tua—khususnya para ibu—harus bertransformasi mengimbangi pesatnya era digital. Menurutnya, tawuran masa kini tidak lagi dipicu oleh percekcokan fisik secara langsung, melainkan terorganisir melalui ruang-ruang obrolan siber.
​”Kami para ibu di Sumsel sangat prihatin. Anak-anak kita hari ini bertaruh nyawa di jalanan hanya demi konten dan eksistensi di media sosial. Ini sinyal bahaya. Orang tua tidak cukup hanya mengawasi fisik anak di rumah, tapi wajib memantau aktivitas siber dan grup obrolan digital mereka,” tegas Novianti, S.H., Senin (17/8/2026).
​3 Desakan Sikap LSM JWI Sumsel
​Sebagai bentuk komitmen menyelamatkan generasi muda, LSM JWI Sumsel menyuarakan tiga poin krusial penanganan tawuran pelajar:
​Penguatan Benteng Keluarga & Literasi Digital Ibu — Mendorong edukasi literasi siber bagi para ibu agar mampu mendeteksi dini perubahan perilaku anak serta memantau pergaulan digital mereka.
​Penindakan Aktor Intelektual & Pembinaan Edukatif — Meminta aparat kepolisian dan Dinas Pendidikan menindak tegas oknum atau alumni yang menjadi provokator/perekrut geng remaja, diimbangi dengan skema rehabilitasi yang tepat.
​Ruang Ekspresi Positif Masif — Mendorong pemerintah daerah dan pihak sekolah membuka wadah penyaluran energi remaja secara produktif melalui kegiatan olahraga, seni, dan ekstrakurikuler.
​Novianti menegaskan bahwa LSM JWI siap berkolaborasi lintas sektor dengan kepolisian, dinas pendidikan, serta elemen masyarakat untuk menggelar edukasi pengasuhan berbasis siber.
​”Mari kita bergerak bersama. Selamatkan masa depan anak-anak Sumsel sebelum jatuhnya korban jiwa berikutnya,” pungkasnya.
( Herman A )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share on Social Media