NADI JKN, Inovasi BPJS Kesehatan Jaga Keaktifan Peserta Lewat Skema Menabung

0
WhatsApp Image 2026-08-06 at 09.17.43

NADI JKN, Inovasi BPJS Kesehatan Jaga Keaktifan Peserta Lewat Skema Menabung

Jakarta, – beranda-berita.com – BPJS Kesehatan terus berinovasi dalam menjaga keberlangsungan perlindungan kesehatan masyarakat melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Salah satu terobosan terbaru yang diluncurkan adalah Program NADI JKN (Menabung Demi Iuran JKN), sebuah solusi untuk membantu peserta menjaga keaktifan kepesertaan melalui mekanisme menabung secara bertahap.
Program ini hadir sebagai jawaban atas tantangan yang kerap dihadapi peserta, khususnya segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), yang memiliki penghasilan tidak tetap sehingga mengalami kesulitan membayar iuran secara penuh saat jatuh tempo.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menjelaskan bahwa NADI JKN merupakan bagian dari strategi retensi dan reaktivasi peserta untuk memastikan keberlanjutan perlindungan kesehatan sekaligus meningkatkan tingkat keaktifan peserta.
“Hingga 30 Juni 2026, cakupan kepesertaan JKN telah mencapai 98,60 persen dari total penduduk Indonesia. Namun tingkat keaktifan peserta masih berada di angka 80,25 persen, yang menunjukkan masih adanya peserta yang belum aktif akibat keterlambatan atau kendala pembayaran iuran,” ujar Pujo saat peluncuran Program NADI JKN di Jakarta.
Ia menambahkan, melalui program ini peserta dapat mempersiapkan pembayaran iuran secara lebih ringan, terencana, dan sesuai kemampuan, sehingga status kepesertaan tetap aktif dan perlindungan kesehatan dapat terus dinikmati.
Program NADI JKN dikembangkan melalui dua skema layanan, yakni digital-kolektif dan konvensional-perorangan, guna menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
Pada skema digital-kolektif, peserta dapat mendaftar melalui platform mitra seperti aplikasi digital dan ekosistem komunitas. Peserta kemudian menabung secara berkala, baik harian maupun mingguan. Setelah dana mencukupi, mitra akan membayarkan iuran JKN melalui virtual account yang terintegrasi dengan sistem BPJS Kesehatan. Saat ini, implementasi awal dilakukan bekerja sama dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, dengan sasaran utama pengemudi ojek online.
Sementara itu, pada skema konvensional-perorangan, peserta dapat menabung melalui koperasi, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), maupun lembaga masyarakat yang menjadi mitra. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membayar iuran saat jatuh tempo. Uji coba program ini telah dilakukan di lima kantor cabang BPJS Kesehatan, yakni Jakarta Selatan, Pangkalpinang, Boyolali, Banyuwangi, dan Parepare.
“Ke depan, kami berharap NADI JKN dapat diperluas ke berbagai segmen peserta dan wilayah, termasuk melalui kolaborasi dengan lebih banyak penyedia aplikasi digital serta mitra di tingkat desa,” tambah Pujo.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI, Ahmad Riza Patria. Ia menilai NADI JKN sangat relevan dalam mendukung perlindungan kesehatan masyarakat desa sekaligus mendorong kemajuan daerah tertinggal.
“Inovasi ini sangat tepat untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan. Kami berharap BUMDes, koperasi desa, dan lembaga masyarakat dapat menjadi mitra strategis dalam implementasi program ini,” ujarnya.
Sejumlah kolaborasi telah terjalin dengan berbagai mitra daerah, di antaranya BUMDes Mandiri Utama Kemuja di Pangkalpinang, BUMDes Tirta Mandiri dan BUMDes Tumang di Boyolali, PT Pos Indonesia di Banyuwangi, serta Koperasi Desa Merah Putih Mattiro Ade di Parepare.
Dukungan juga disampaikan oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, yang mengajak generasi muda, pekerja informal, dan pelaku UMKM untuk mulai menyisihkan pendapatan demi perlindungan kesehatan keluarga.
“Program ini memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk tetap aktif sebagai peserta JKN tanpa terbebani pembayaran sekaligus. Ini adalah langkah nyata menghadirkan layanan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Sebagai mitra awal, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk turut memperkuat implementasi melalui ekosistem digital yang dimiliki, termasuk pemanfaatan fitur daily deduct engine. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 3.147 mitra Gojek di luar desil 1–5 telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, sehingga mereka dan keluarga mendapatkan perlindungan dari risiko biaya kesehatan yang tidak terduga.
Melalui Program NADI JKN, BPJS Kesehatan optimistis dapat meningkatkan keaktifan peserta sekaligus memperluas akses perlindungan kesehatan yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
( Novi )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share on Social Media